Blog · Seri C: Proyek & situs live
Kenapa PNG dan SVG Saya Taruh di Subdomain Sendiri
PNG Hunter dan SVG Hunt lahir dari satu pengamatan: orang yang datang ke situs aset biasanya cuma butuh satu berkas, cepat. Tulisan ini menjelaskan kenapa saya memisahkannya per format dan kenapa tautan unduh tidak lewat halaman perantara.
Waktu bekerja di bagian desain sebuah percetakan, saya sering butuh satu aset untuk satu pekerjaan yang harus selesai hari itu. Bukan satu paket berisi enam format. Satu berkas, ukuran secukupnya, selesai. Yang saya temukan di banyak situs justru menambah langkah: halaman perantara, beberapa iklan, dan hitung mundur sebelum berkasnya bisa diambil.
Yang saya pelajari dari katalog sendiri
vectorez.biz.id lahir dari kebutuhan saya waktu itu. Saya membangunnya dengan asumsi yang wajar: orang datang untuk mencari varian file yang lengkap. Jadi satu aset saya kemas dalam beberapa format sekaligus, satu halaman untuk tiap berkas, ditambah jadwal terbit supaya ada alasan untuk kembali.
Asumsinya tidak salah, hanya tidak berlaku untuk semua orang. Setelah katalognya berjalan, pola yang saya lihat lebih sederhana. Sebagian besar yang datang tidak sedang mengoleksi. Mereka sedang mengerjakan sesuatu dan butuh satu berkas cepat: logo untuk mockup, ikon untuk halaman web, grafik untuk bahan rapat.
Bagi orang seperti itu, paket dengan varian lengkap malah menambah pekerjaan. Unduh, buka arsipnya, cari berkas yang benar, hapus sisanya.
Tiga alamat, satu merek
Sekarang aset saya keluar lewat tiga alamat. vectorez.biz.id tetap jadi katalog utama. Paket multi-format, urutan kategori yang utuh, dan konteks proyeknya. Dua sisanya khusus satu format, png.vectorez.biz.id untuk PNG dan svg.vectorez.biz.id untuk SVG.
Pembagiannya per jenis berkas, bukan per isi. Katalog utama memuat lebih banyak hal, dari logo sampai kalender, sementara kedua subdomain isinya berkas logo dan marka.
Pencari PNG dan pencari SVG tidak mencari hal yang sama
Pencari PNG biasanya butuh gambar yang langsung bisa dipakai: ditempel ke mockup, ke slide, atau ke aplikasi desain yang tidak menerima berkas vector. Berkasnya dipakai sekali, tidak perlu diperbesar, dan yang penting pekerjaannya selesai.
Pencari SVG butuh berkas yang akan hidup di dalam sesuatu, ikon di halaman web, logo di template email, komponen yang harus tetap tajam di layar apa pun. Untuk yang kedua ini, yang berharga bukan cuma berkasnya, tapi alamatnya.
Di kedua subdomain, tombol unduh menunjuk langsung ke berkasnya. Contohnya halaman svg.vectorez.biz.id/2026.10/bank-of-baroda, tombol Download SVG di situ mengarah ke /assets/svg/2026.10/logo-bank-of-baroda.svg. Alamat seperti itu bisa langsung ditempel ke atribut src tanpa diunduh dulu.
Kalau semua format saya biarkan bercampur di satu katalog, hasil pencarian ikut bercampur. Orang yang mencari ikon harus melewati halaman PNG satu per satu. Filter memang membantu, tapi cuma untuk orang yang sudah tahu dia butuh SVG. Sebagian pengunjung datang dengan kata kunci samar, nama benda tanpa embel-embel format. Kalau alamatnya sudah memisahkan, pertanyaan itu tidak perlu muncul.
Yang saya hapus dari jalur unduh
Di halaman item tidak ada halaman perantara atau safelink. Tidak ada hitung mundur, tidak ada tombol yang ternyata membuka hal lain, tidak ada lapisan iklan yang harus ditutup dulu.
Iklan tetap ada di situsnya. Yang saya tolak adalah menaruhnya tepat di antara orang dan berkas yang dia cari. Satu klik tambahan terasa kecil, tapi di titik itu satu klik tambahan adalah alasan untuk menutup tab.
Yang saya jaga tetap sama
Menambah alamat berarti menambah pekerjaan, dan saya tidak mau pekerjaan itu bercabang. Beberapa hal saya samakan di ketiga situs. Footer memuat EZuck Digital Commerce sebagai operator. Halaman privacy dan disclaimer di kedua subdomain mengarah ke halaman di vectorez.biz.id. Masing-masing punya sitemap.xml dan kotak pencarian sendiri, supaya pengunjung tidak dilempar ke katalog utama hanya untuk mencari satu berkas.
Kalau salah satu fondasi itu tertinggal, tiga alamat berubah jadi tiga situs yang berbeda.
Yang belum rapi
Nama kedua subdomain belum seragam polanya, dan judul tabnya belum senada. Satu berbunyi Home | PNG Hunter, satu lagi SVG Hunt. Untuk merapikannya saya harus menyentuh judul, logo, dan footer dua situs sekaligus, jadi saya belum memutuskan mana yang diikuti.
Bahasa antarmukanya juga belum sejalan. Situs utama berbahasa Indonesia, subdomain berbahasa Inggris. Mungkin itu justru menguntungkan karena orang sering mengetik download png, tapi saya belum mau menjadikannya keputusan.
Satu lagi. Syarat dan Ketentuan di vectorez.biz.id sudah terbit, hanya footer kedua subdomain belum menautkannya, baru privacy dan disclaimer. Itu yang paling terasa.
Penutup
Cerita kenapa katalog ini ada sejak awal saya tulis di Kenapa Saya Membangun Vector EZ. Tulisan ini lanjutannya: apa yang saya pecah setelah katalognya berdiri, dan apa yang masih saya biarkan berantakan.
Referensi:
- PNG Hunter: png.vectorez.biz.id/png_index
- SVG Hunt: svg.vectorez.biz.id
- Vector EZ (katalog utama): vectorez.biz.id